PERMASALAHAN LINGKUNGAN GLOBAL

 Tahukah kamu permasalahan isu lingkungan global ?



    Isu isu lingkungan yang marak di perbincangkan khususnya pada abad 21 ini banyak menyorot perhatian publik. Di Indonesia, topik masalah lingkungan hidup mulai di perbincangkan oleh masyarakat. Permasalahan lingkungan dapat dikategorikan masalah lingkungan nasional, lokal, regional dan global. Bila kita melihat bumi secara utuh maka bumi merupakan satu sistem yang utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Maka dalam permasalahan lingkungan ini dibutuhkan manusia yang memiliki rasa bertanggung jawab dan rasa saling membutuhkan terhadap lingkungan serta pengelolaan masyarakat yang bijaksana dapat meminimalisirkan kerusakan lingkungan. Adapun permasalahan lingkungan lingkup global banyak sekali, seperti pemanasan global, Penipisan Lapisan Ozon, Efek Rumah Kaca, Polusi Udara, Pembuangan Limbah. Dan tentunya permasalah tersebut menjadi perhatian dan perlu tindakan serius untuk kelangsungan hidup manusia. 

Pemanasan Global (Perubahan Iklim) 


menurut United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC), merupakan perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang mengubah komposisi atmosfer secara global dan mengakibatkan perubahan variasi iklim yang dapat diamati dan dibandingkan selama kurun waktu tertentu. Masalah perubahan iklim ini menimbulkan krisis ekonomi, kesehatan dan keselamatan, produksi pangan, keamanan dan dimensi-dimensi yang lain. Perubahan pola iklim mengancam produksi pangan melalui meningkatnya curah hujan yang tidak normal, meningkatnya permukaan air laut kontaminasi persediaan air tawar di pesisir, meningkatnya resiko bencana banjir, dan membuat penyebaran hama dan penyakit tropis ke daerah lain.

Penipisan Lapisan Ozon



yaitu penipisan lapisan konsentrasi molekul ozon yang terdapat di stratosfer. Ozon adalah senyawa kimia yang terdiri dan 3 atom oksigen (O3). Sekitar 90% dari ozon yang ada di bumi terdapat di lapisan ozon. Di lapisan atmosfer (dekat permukaan bumi) ozon dapat mengganggu kesehatan, tetapi di lapisan stratosfer ozon akan melindungi mahluk hidup dan sinar ultra violet yang dipancarkan oleh matahari. Berlubangnya lapisan ozon mengakibatkan semakin banyak radiasi yang mencapai permukaan bumi. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan memperlemah sistem kekebalan tubuhmanusia. Pada sisi lain, peningkatan radiasi UV juga mengakibatkan berkurangnya hasil panen dan gangguan pada rantai makanan di laut.

Efek Rumah Kaca


(green house effect)yaitu adanya gas pencemar (polutan) yangakan melapisi bumi sehingga sinar matahari yang berhasil menerobos, panasnya akan tertahan dan tidak dapat lepas kembali ke atmosfer bebas. Dengan kata lain, suhu dalam rumah kaca lebih tinggi karena panasnya tidak dapat menembus kaca. Sebenarnya bila bumi ini tidak ada gas polutan yang membentuk gas rumah kaca(GRK) seperti CO, Ca2, metana, maka suhu rata-rata permukaan bumi hanya -18°C suhu yang dingin bagi kehidupan mahluk hidup. Tetapi dengan meningkatnya kadar GRK akan meningkat pula ERK (efek rumah kaca) sehingga suhu permukaan bumi akan naik pula, sehingga menyebabkan pemanasan global.

Polusi Udara

salah satu masalah lingkungan tersebar saat ini adalah polusi udara. Di Indonesia sendiri termasuk yang mengahasilkan polusi udara. Penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa diperkirakan 4,2 hingga 7 juta orang meninggal akibat polusi udara di seluruh dunia setiap tahun, dan bahwa sembilan dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi.

Di Afrika, 258.000 orang meninggal akibat polusi udara luar ruangan pada tahun 2017, naik dari 164.000 orang pada tahun 1990, menurut UNICEF. Penyebab pencemaran udara sebagian besar berasal dari sumber industri dan kendaraan bermotor, serta emisi dari pembakaran biomassa dan kualitas udara yang buruk akibat badai debu.

Sampah Makanan


Sampah makanan ini termasuk salah satu penyebabnya kerusakan lingkungan, bahkan di Indonesia sampah makanan menjadi jenis sampah terbesar menurut kompas. Sepertiga dari makanan yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia (sekitar 1,3 miliar ton) terbuang atau hilang. Jumlah ini cukup untuk memberi makan 3 miliar orang. Selain itu, limbah makanan menyumbang 4,4 gigaton emisi gas rumah kaca setiap tahun. Jika diibaratkan sebagai sebuah negara, limbah makanan akan menjadi penghasil gas rumah kaca tertinggi ketiga, di belakang Cina dan AS.

Pemborosan dan kehilangan makanan terjadi pada tahap yang berbeda di negara berkembang dan negara maju. Di negara berkembang, 40% sisa makanan terjadi di tingkat pasca panen dan pengolahan, sedangkan di negara maju, 40% sisa makanan terjadi di tingkat ritel dan konsumen.

Di tingkat ritel, banyak makanan yang terbuang sia-sia karena alasan estetika. Di AS misalnya, lebih dari 50% dari semua produk yang dibuang dilakukan karena dianggap “terlalu jelek” untuk dijual kepada konsumen. Jumlah ini sekitar sekitar 60 juta ton buah dan sayuran. Hal ini menyebabkan kerawanan pangan, yang menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar.


Setlah dibahas ternyata masih banyak permasalahan lingkungan tidak hanya yang disebutkan saja, untuk itu kita harus banyak banyak peduli kepada lingkungan serta menjaga lingkungan. Nah, apa saja sih untuk mengatasi permasalahan lingkungan tersebut? Yuk kita simak dibawah ini.


Bagaimana cara kita sebagai generasi z untuk megatasi permasalahan lingkungan tersebut ?

Solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan global adalah sebagai berikut :

1. Menerapkan Prinsip 4R, yaitu, Reduce, Reuse, Recycle dan Replant

2. Meminimalkan Penggunaan peralatan yang mengandung CFC

3.  Reboisasi

4. Mematikan barang elektronik yang tidak dipakai

5. Penggunaan air yang hemat

6. Menggunakan transportasi umum

Demikian beberapa cara untuk mengurangi atau mengatasi kerusakan lingkungan. Dan yang terlebih penting kita harus memulai dari diri kita sendiri. Untuk itu mari kita rawat lingkungan mulai sekarang, nanti, esok, kedepannya dan selamanya. 😉

Komentar